News

Lima Kali Banjir Bandang di Maninjau, Ratusan Warga Mengungsi di Hari Tahun Baru

Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis (1/1) pagi sampai sore

Lubuk Basung (KABARIN) - Awal Tahun Baru 2026 menjadi momen penuh keprihatinan bagi warga Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dalam satu hari, tepatnya Kamis (1/1/2026), kawasan ini dilanda banjir bandang hingga lima kali, memaksa ratusan warga mengungsi demi keselamatan.

Banjir bandang mulai terjadi sejak siang hari dan berlangsung berulang hingga sore. Peristiwa ini dipicu oleh longsor susulan di kawasan Kelok 28 dan Kelok 42, yang menyebabkan material tanah, lumpur, dan bebatuan terbawa aliran Sungai Muaro Pisang.

Menurut Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar, material longsoran menutup alur sungai sehingga air meluap ke jalur lain dan mengarah ke kawasan Pasar Maninjau atau Simpang Maninjau. Akibatnya, sejumlah rumah warga terdampak dan mengalami kerusakan.

Meski hujan tidak turun, banjir bandang tetap terjadi. Kondisi ini membuat warga diminta untuk selalu waspada, karena potensi longsor susulan masih tinggi. Hingga sore hari, sekitar 200 warga terpaksa mengungsi ke mushala, rumah kerabat, serta fasilitas pemerintah terdekat.

Di tengah situasi darurat, alat berat telah disiagakan untuk membersihkan material banjir. Namun, proses pembersihan harus dilakukan secara tentatif. Setiap kali banjir bandang kembali turun, pekerjaan dihentikan sementara demi keselamatan petugas.

Pihak kepolisian dan masyarakat di wilayah hulu Sungai Muaro Pisang juga bekerja sama dengan sistem peringatan dini sederhana. Jika terjadi longsor susulan, informasi segera diteruskan ke wilayah bawah agar warga dan petugas bisa menghindari area berbahaya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan solidaritas antarwarga sangat penting, terutama di wilayah rawan bencana. Di tengah keterbatasan, semangat saling menjaga dan berbagi informasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko yang lebih besar.

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: